Kamis, 25 Juni 2020

Saat Aku Di kenalkan Kalimah Tauhid




Tugas terbesar orang tua adalah menghantarkan anak menjadi manusia yang mengerti tujuan hidup, untuk apa dia diciptakan dan bagaimana dia mengenalkan dengan tuhannya. Selain  itu   juga tak kalah penting lagi adalah memberikan sebuah pendidikan bagi anaknya. Keberhasilan anak juga tergantung pada orang tuanya, bagaimana ketlatenan dan keuletan dalam mendidik anak.  Karena orang tua ini adalah sekolah yang pertama (al madrosatul ula) artinya sebelum si anak belajar kepada orang lain tentu orang tua yang harus memberikan pembelajaran terlebih dahulu. Dalam mewujudkan anak yang sholih dan sholikhah tidak semudah membalikan telapak tangan atau hanya sekedar angan - angan, tentunya dengan melalui beberapa proses. Posisi orang tua disini adalah sebagai cerminan pada anak, ketika menginginkan anak yang baik, maka orang tua harus berproses menjadi uswah yang baik kepada anaknya.

Dalam upaya itulah sering kali orang tua berusaha agar kelak anak -anaknya menjadi anak yang sholih dan solikhah. Sering kali melakukan riyadhoh misalnya, puasa senin kamis, membaca surah – surah pilihan, menghatamkan Al-Qur’an, melaksanakan sholat sunnah tahajut dan amalan-amalan lainya. Hal ini di lakukan semata–mata hanya berharap supaya anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah swt dan menjadi anak yang patuh kepada orang tuanya. Dalam mewujudkan hal tersebut ada beberapa aspek pendidikan yang dilakukan orang tua salah satunya diantaranya memberikan pendidikan aqidah pada usia dini.
Ketika sang anak telah lahir, orang tua tak henti-hentinya untuk mendoakan dan memberikan pendidikan. Pendidikan pertama yang diberikan adalah pengenalan kalimah tauhid, yang biasa di lakukan pada orang tua khusunya bapak adalah mengadzani telinga kanan dan meng iqomahi telinga kiri. Sesuai yang diajarakan oleh Rosululloh saw:
“Aku melihat Rosululloh saw mengumandangkan adzan ditelinga hasan ibn ali saat baru dilahirkan oleh ibunya,Fatimah” (H.R Abu Daud)
Mengadzani anak baru lahir memiliki pengaruh terhadap kecerdasan otak merupakan stimulus spiritual pertama kali yang di inginkan oleh seorang bayi. Dengan mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqomah ditelinga kiri orang tua berharap yang paling pertama di dengar bayi adalah panggilan untuk menyembah Allah. nah ini yang membentuk karakter anak yang menjadikan ketaatan kepada Allah swt.
Selain mengumandangkan adzan mengandung aspek aqidah, juga mengandung aspek ibadah. Sebab dalam adzan mengandung seruan untuk mendirikan sholat (  حى على الصلاة) ” marilah mendirikan sholat” seruan ini diharapkan akrab ditelinga anak dan merasuk dalam hati sehingga kelak ia dewasa dapat dengan mudah di didik untuk mendirikan sholat. Persoalan ibadah ini menjadi perhatian nabi Ibrahim a.s memohon kepada Allah swt agar anaknya tetap mendirikan sholat. Sesuai firman Allah swt :
رب اجعلنى مقيم الصلوة ومن ذريتى ربنا وتقبل دعاء  
Artinya : Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.  

Kewajiban yang lain  bagi orang tua dalam mendidik anak menurut madzab As’ariyah adalah mengenal Allah swt dan mengakuiNya. Allah berfirman  kepada nabi Muhammad saw.
فاعلم انه لا اله الا اللهُ واستغفرْ لذنبكَ وللمؤمنينَ والمؤمناتِ والله يعلم متقلَّبكم ومثوَاكم.
Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada AIlah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tiinggal.(Q.S Muhammad:19)
Dalam penjelasan ayat diatas dapat kita aplikasikan bahwa dalam menanamkan keimanan harus ada pengakuan hati  tentang mengesakan  Allah SWT. Ilmu ini wajib hukumnya atas setiap orang dan tidak bisa di tinggalkan bagi siapa pun juga, bahkan semua orang sangat memerlukannya. adapun cara mengimani Allah swt diantaranya adalah merenungkan nama – nama Allah (asma wa sifat) dan sifat wajib bagi Allah dan sebagai manusia harus yakin bahwa Allah adalah dzat yang maha sempurna, tidak ada kekurangan sedikitpun terhadap diri Allah. Dan keyaninan kepada Allah ini diwujudkan melalui mengakui ( ikhror) dengan lisan dan membenarkan dengan hati. Mengetahui bahwa hanya Allah sendiri yang menciptakan dan mengatur, sehingga dengan demikian akan diketahui hanyalah  Allah SWT semata-semata yang berhak disembah.


1 komentar:

WIFI GRATIS UNTUK SISWA SEKOLAH. ANSOR Ranting Tanjungsari

PIMPINAN Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor meluncurkan program WiFi gratis untuk pelajar di tengah keprihatinan dampak covit-19. Banyak siswa ...