Kisah percintaan yang dialami setiap manusia selalu berbeda-beda. Banyak yang bernasib mujur dan juga tidak sedikit pula yang kurang beruntung jika sudah bicara soal jodoh. Banyak orang yang berharap untuk segera dipertemukan dengan jodohnya, namun kadang kala hingga diusia tua tak kunjung mendapatkan jodoh.
Terkadang kalau kita memikirkan jodoh juga sulit diterima oleh akal pikiran, karena jodoh itu termasuk takdir dari Allah. Meskipun takdir dari Allah sebagai hambanya di haruskan untuk berusaha. Sehingga banyak jalan yang dilakukan supaya jodohnya di dekatkan salah satunya adalah berdoa dan mempunyai niatan untuk menikah. Dan harus yakin bahwa setiap manusia oleh Allah disiapkan jodohnya, seperti Firman Allah dalam Q.S Arrum ayat 21.
Lalu mengapa sebagian besar manusia mengatakan jodoh tak kunjung datang? Di mana pasangan yang telah Allah janjikan? Apakah Allah telah ingkar dengan janjinya? Atau kita yang harus mengejar jodoh? Ketika muncul pertanyaan ini sekilas di pikiran saya yang nampak hanya materi belaka tanpa memikirkan apa sih hikmah jodoh yang diberikan oleh Allah SWT.
Maksud materi belaka disini, banyak manusia yang menginginkan jodohnya dengan cara instan hanya mengejar kesenangan belaka. Jawaban dari pertanyaan-pertanyan diatas tentunya Allah tidak munkin mengingkari janjinya karena Allah maha menepati janji. Seandainya jodoh belum kunjung datang mungkin ada yang salah dengan diri kita atau menurut Allah belum siap dipertemukan dengan jodohnya.
Tugas kita bukan untuk mencari jodoh tapi mempersiapkan diri untuk menerimanya. Ketika sudah siap menurut Allah, pastilah jodoh itu akan datang dari jalan yang tidak terpikirkan oleh kita.Tugas utama memaknai jodoh adalah dua insan yang berbeda atau lawan jenis yang dipertemukan oleh Allah dalam ikatan suci pernikahan. Naah...inilah makna jodoh sesungguhnya.
Dari paparan diatas kalau kita resapi ternyata jodoh itu bersemayam dalam sebuah pernikahan. Tetapi kenapa masih banyak orang yang takut mendengar kata-kata nikah padahal banyak yang sudah mapan, apakah salah niatnya...?ataukah belum yakin....? Padahan sudah jelas bahwa sebuah pernikahan itu diperintahkan Allah SWT dan merupakan ibadah.
Salah satu hikmah pernikahan adalah Investasi ibadah mengapa saya katakan begitu, karena dengan pernikahan telah mewujudkan sebuah keturunan yang nantinya akan meneruskan syiar ibadah agama islam.
Meminjam bahasa KH. Marzuki beliau mengatakan ada dosa yang tidak bisa dihapus dengan ibadah apapun meskipun dengan ibadah sholat, haji, puasa yang bisa menghapusnya dengan pernikahan. Masyaallah hikmah pernikahan sangat luar biasa. Mudah-mudahan yang sudah menikah diberikan keluarga sakinah mawaddah warohmah yang belum mudah-mudahan diberikan jodoh oleh Allah SWT..Aamiin.
Tulungagung, Imam ghozali, 11 Agustus 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar